Kamis, 25 Maret 2010





Percy Jackson (Logan Lerman) adalah anak laki-laki yang lahir dari rahim seorang manusia biasa bernama Sally Jackson (Catherine Keener). Namun siapa sangka ayah kandung Percy adalah Poseidon sang dewa lautan dalam legenda Yunani (diperankan oleh Kevin McKidd). Perihal ini baru diketahui Percy saat secara misterius seekor monster menyerangnya di museum dan menanyakan tentang tongkat petir.

Baru diketahui kemudian bahwa tongkat petir milik dewa Zeus hilang dicuri, dan Percy Jackson adalah tersangka utamanya. Kenyataan bahwa Percy bukan pencuri membuat semua para demigod – menusia setengah dewa — yang lain membantunya melatih segala kemampuan terpendam yang dimiliki Percy.

Dalam perjuangannya, Percy dibantu oleh Grover (Brandon T. Jackson) dan Annabeth (Alexandra Daddario) anak sang Dewi Athena. Rupanya mereka tak punya banyak waktu, Zeus memberi waktu hingga malam titik balik matahari bagi Percy untuk mengembalikan tongkat petir miliknya atau akan terjadi malapetaka besar di muka bumi.

Perjuangan menjadi lebih sukar karena selain harus menemukan tongkat petir Zeus dan menangkap pencuri sebenarnya, Percy juga harus menyelamatkan ibunya yang disandra dewa Hades di neraka.

Perjalanan adik sepupu Hercules
Percy Jackson & the Olympians adalah kisah yang diangkat dari buku karya Rick Riordan. Selain kisah yang unik (sangat lekat dengan Harry Potter) dan visual efek yang luar biasa, film ini buruk sekali.
Saya banyak menemukan missing link di film ini. Seperti biasa, banyak peristiwa-peristiwa yang seakan terjadi begitu saja tanpa diketahui sebabnya, sekaligus beberapa hal yang terasa menyimpan pertanyaan yang mengganjal dan tak terjawab hingga akhir film. Misalnya bagaimana ceritanya sehingga para dewa menuduh Percy anak Poseidon sebagai pencuri tongkat petir, serta mengapa tidak dari awal Percy masuk ke camp pelatihan para demigod? Sementara demigod yang lain masuk camp sejak mereka masih kecil. Kentara sekali, film ini seakan hanya menonjolkan sisi cerita yang mengangkat mitos Yunani dan kecanggihan visual efek untuk mendulang rating dan memikat pasar.

Sisi positifnya, visual efek yang semakin matang dan suara yang menggelegar sangat memukau dan memanjakan penonton. Penokohan para dewa juga sangat unik, suatu saat tampil dengan busana kebesaran khas Dewa Yunani, namun di kesempatan lain tampil dengan setelan lengkap dengan jas dan kemeja mahal, sangat menggelitik. Secara keseluruhan, film ini cukup menghibur untuk ditonton bersama keluarga.

Oh ya, ada dua hal yang menjadi sorotan saya. Pertama, saya kasihan dengan Uma Thurman sang aktris senior yang memerankan Medusa. Ia hanya tampil sebentar dengan tubuh utuhnya. Ya, karena setelah itu ia hanya tampil kepalanya saja yang dalam cerita dipenggal oleh Percy dan kepalanya dibawa kemanapun mereka pergi sebagai senjata. Yang kedua, saya hampir jatuh cinta pada Alexandra Daddario, cantik sekali memerankan si anak dewi Athena.

http://bakulrujak.com/423/percy-jackson

0 komentar:

Posting Komentar